Download Contoh PTK SMA Lengkap

Download Contoh PTK SMA Lengkap
BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Penelitian ini dilakukan atas dasar rendahnya aktivitas belajar peserta didik pada mata pelajaran sosiologi di kelas XI.IS.2 SMA Negeri 1 Geyer semester 1 tahun 2016/2017. Aktivitas belajar peserta didik yang rendah, tampak dari sebagian besar peserta didik yang tidak memperhatikan guru pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Sebagian besar peserta didik tidak memiliki keberanian untuk bertanya dan menyampaikan pendapat. Beberapa pertanyaan yang diberikan guru hanya dapat dijawab oleh satu atau dua peserta didik saja sedangkan peserta didik yang lain cenderung pasif. Sebagian besar peserta didik juga terlihat malas dan tidak antusias mengikuti kegiatan pembelajaran. Ada beberapa peserta didik yang melamun dan ada juga yang mengantuk. Bahkan beberapa peserta didik ada yang bersendau gurau dengan temannya.
Bahwa selain aktivitas belajar peserta didik yang rendah, hasil belajar sosiologi materi Struktur Sosial juga rendah. Berdasarkan Kriteria Ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 1 Geyer tahun 2016/2017 yang telah ditetapkan yaitu 75, diketahui bahwa pada ulangan harian sosiologi sebelumnya yang diikuti 31 peserta didik hanya 16,12 % atau 5 peserta didik yang tuntas dengan nilai di atas atau sama dengan 75. Sedangkan nilai rerata peserta didik kelas XI.IS.2 adalah 68,90.
Berdasarkan pengamatan dan pengalaman dalam melaksanakan pembelajaran di kelas selama ini, guru juga belum menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi, yang inovatif dan kreatif serta yang memotivasi peserta didik untuk berperan aktif. Selama ini guru lebih dominan melakukan pembelajaran dengan metode ceramah. Metode ceramah merupakan metode pembelajaran konvensional yang sering dilakukan oleh guru. Metode ceramah hanya bertumpu pada satu pihak yang aktif  yaitu guru sebagai nara sumber utama dalam pembelajaran. Sedangkan peserta didik cenderung pasif karena berada pada posisi sebagai penerima materi. Kegiatan pembelajaran seperti  ini tidak merangsang peserta didik peserta didik untuk berpikir lebih tinggi, kritis, kreatif, dan inovatif. Selain itu, pembelajaran seperti ini juga membuat peserta didik merasa pasif, jenuh dan menganggap materi sosiologi sebagai materi hapalan yang membosankan. Banyak peserta didik yang tidak menguasai dan memahami materi sosiologi secara komprehensif sehingga hasil belajar sosiologi peserta didik rendah dan tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang sudah ditentukan.
Dalam kegiatan pembelajaran materi sosiologi peneliti berharap peserta didik dapat berkonsentrasi dengan baik, memiliki tingkat kemampuan berpikir yang tinggi, kritis, kreatif, dan inovatif, berperan aktif dan komunikatif. Selain itu, peneliti berharap peserta didik dapat merespon kegiatan pembelajaran dengan cara menyampaikan pertanyaan-pertanyaan dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Dengan aktivitas belajar yang tinggi, harapannya adalah peserta didik mampu menguasai dan memahami materi sosiologi dengan baik sehingga hasil belajar sosiologi peserta didik meningkat yang ditunjukkan dengan tercapainya kriteria ketuntasan minimal (KKM) sejumlah 75%. Selain itu, peneliti juga berharap guru dapat menerapkan berbagai metode pembelajaran yang relevan dengan materi, inovatif dan kreatif serta memotivasi peserta didik untuk berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. 
Pada kenyataannya, aktivitas dan hasil belajar sosiologi materi Struktur Sosial peserta didik masih rendah dan guru belum menerapkan model pembelajaran yang relevan dengan materi, yang inovatif dan kreatif serta memotivasi peserta didik untuk berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan yang tinggi antara harapan peneliti dengan kenyataan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran.
Untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar sosiologi materi Struktur Sosial maka perlu adanya suatu tindakan pemecahan masalah. Tindakan tersebut ini adalah melakukan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan suatu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan  tindakan nyata dan proses pengembangan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran. Dengan penelitian tindakan kelas, peneliti berharap aktivitas dan hasil belajar sosiologi materi Struktur Sosial peserta didik meningkat.
Penelitian tindakan kelas yang dilakukan adalah denga memanfaatkan media Microsoft Power Point  sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sosiologi. Media Microsoft Power Point merupakan media pembelajaran berbasis teknologi komputer yang berfungsi untuk mempresentasikan laporan atau materi sehingga penyajiannya menjadi lebih menarik dn lebih jelas. Jadi pemanfaatan media Microsoft Power Point dalam proses pembelajaran sosiologi adalah suatu strategi pembelajaran sosiologi yang terarah dan terencana yang dilakukan oleh guru dengan memanfaatkan media Microsoft Power Point untuk  mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Pada metode penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus atau 2 tindakan. Tiap-tiap siklus terdiri atas beberapa tahapan yang telah ditentukan. Tahapan-tahapan dalan penelitian tindakan kelas ini adalah perencanaan (planning), tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting).
Pada tindakan siklus I guru melaksanakan kegiatan pembelajaran melalui pemanfaatan media Microsoft Power Point kelompok besar. Pada kegiatan pembelajaran guru menyampaikan materi berupa teks menggunakan media Microsoft Power Point. Pada saat aktivitas kelompok, guru membagi peserta didik ke dalam kelompok yang terdiri atas 6 anggota. Pada aktivitas kelompok, melalui media  Microsoft Power Point guru menampilkan gambar-gambar sebagai contoh masalah sosial. Setelah guru menyampaikan petunjuk kerja akktivitas kelompok, para peserta didik saling berdiskusi mengenai tugas yang harus diselesaikan. Setelah selesai, peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas secara bergantian. Di akhir pembelajaran guru melakukan evaluasi melalui ulangan harian. Dari hasil ulangan harian dapat diketahui sejauh mana kemampuan peserta didik dalam menguasai dan memahami materi tersebut. Tindakan pada siklus II sama dengan siklus I hanya pada siklus II guru membagi peserta didik ke dalam kelompok yang lebih kecil yaitu masing-masing kelompok terdiri atas 4 angggota.  
Setelah dilakukan tindakan pembelajaran pada siklus II, diharapkan terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Karena kegiatan diskusi secara kelompok kecil mendorong peserta didik untuk berperan aktif, memberikan ide-ide kreatif dan inovatif sehingga kegiatan pembelajaran menjadi lebih hidup dan interaktif. Dengan aktivitas belajar yang baik peserta didik dapat memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam bekerja sama dengan kelompok, dapat menyampaikan ide-ide atau pendapatnya yang kreatif dan inovatif, serta lebih mudah memahami dan menguasai materi pelajaran sehingga target 75 % pencapaian kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran sosiologi bagi peserta didik di SMA Negeri 1 Geyer tahun 2016/2017 dapat tercapai


Contoh PTK SMA Lengkap
Download dibawah ini:

Demikian semoga dapat dimanfaatkan, dan hanya sebagai referensi.



Download Aplikasi Admnistrasi Guru :

    Subscribe to receive free email updates: