CONTOH PTK PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn)

CONTOH PTK PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) - Berdasarkan Permenpan no 16 Tahun 2009 Buku 4 bagi setiap PNS golongan III/b s.d IV/d harus membuat laporan PTK. pada kesempatan ini kami akan membagikan PTK PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn).



BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
  1. Latar Belakang Masalah
                    
Pendidikan  Kewarganegaraan bertujuan mendidik peserta didik menjadi warga negara yang baik, yang memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kepedulian sosial yang berguna bagi dirinya sendiri, masyarakat dan negara. Pendidikan  Kewarganegaraan yang diperoleh peserta didik  dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kehidupan masyarakat yang selalu berkembang mendasari pembelajaran   Kewarganegaraan sebagai bidang studi yang berkembang menyesuaikan perubahan dan kemajuan kehidupan di masyarakat. Pembelajaran bidang studi   Kewarganegaraan di SD untuk membekali peserta didik agar mengembangkan penalarannya disamping aspek nilai dan moral.
Untuk memahami Menghargai keputusan bersama kegiatan dalam kehidupan peserta didik sehari-hari. Maka perlunya menjelaskan pentingnya Menghargai keputusan bersama.

Kegiatan Menghargai keputusan bersama dapat dilaksanakan dimana saja. Kegiatan Menghargai keputusan bersama pernah dilakukan oleh peserta didik termasuk dalam pembelajaran Kewarganegaraan. Guru sebagai pembimbing pembelajaran harus bisa memberikan informasi dan kegiatan nyata tentang Menghargai keputusan bersama  di lingkungan sekitar peserta didik.
Proses pembelajaran yang efektif seperti yang diamanatkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 pasal 40 ayat 3, yaitu menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif dan dialogis, maka pembelajaran harus diupayakan agar peserta didik dapat terlibat aktif.

Pendidikan  Kewarganegaraan yang banyak memuat materi bersifat hapalan sehingga membuat pengetahuan dan informasi yang diterima peserta didik sebatas hapalan. Hal ini membuat peserta didik kurang berminat dengan pelajaran   Kewarganegaraan. Pelajaran jadi sangat membosankan karena guru masih mendominasi selama proses pembelajaran dan kurang memberikan kesempatan pada anak didik untuk berkembang secara mandiri melalui penemuan dan proses berpikirnya. Pembelajaran yang masih berfokus pada guru (teacher centered) membuat peserta didik menjadi pasif sehingga penerimaan materi pembelajaran tidak maksimal dan mengakibatkan hasil belajar peserta didik sangat rendah.

Kenyataan tersebut dapat dilihat dari sikap dan perilaku peserta didik  Kelas V SD Negeri 2 Ngrandu Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan. Selama proses pembelajaran   Kewarganegaraan berlangsung peserta didik kurang antusias, ramai, bermain sendiri bahkan ada yang keluar kelas dengan alasan ke belakang. Hasil tes formatif yag dilakukan pada pembelajaran   Kewarganegaraan materi .  Menghargai keputusan bersama Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016 sangat di bawah rata-rata, karena banyak peserta didik yang belum menguasai materi pembelajaran yang diberikan. Hal ini ditunjukkan hanya 10  peserta didik yang mendapat nilai lebih dari 75 (tuntas), 12 peserta didik lainnya mendapat nilai kurang 75. Dari 22 peserta didik yang sudah tuntas baru 65%, sedangkan 35% lainnya belum mencapai ketuntasan belajar.
Untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran , peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan mengadakan perbaikan pembelajaran Siklus I dan perbaikan pembelajaran Siklus II.

Pada perbaikan pembelajaran, peneliti menggunakan Active Learning Strategy (strategi pembelajaran aktif) model Action Learning (belajar dengan tindakan), adalah strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengalami dari dekat suatu kehidupan nyata sehingga peserta didik lebih aktif dan kreatif.


  1. Identifikasi Masalah
Pada saat pembelajaran  Kewarganegaraan materi .  Menghargai keputusan bersama, peserta didik kurang antusias bahkan beberapa peserta didik ramai dan bermain sendiri. Ketika guru mengajukan pertanyaan hanya beberapa peserta didik saja yang menjawab.
Setelah melihat keadaan proses pembelajaran tergambar di atas, peneliti bekerja sama dengan teman sejawat untuk mengidentifikasi kekurangan penyebab terjadinya masalah. Dari hasil diskusi dengan teman sejawat diperoleh temuan-temuan sebagai berikut :
a.       Kurangnya motivasi peserta didik untuk belajar;
b.      Tingkat penguasaan materi peserta didik terhadap materi pelajaran yang rendah.
c.       Peserta didik tidak tertarik dengan materi pelajaran yang disampaikan guru.
  1. Analisis Masalah
Setelah memperhatikan proses pembelajaran yang diuraikan di atas, peneliti melakukan refleksi diri dan berdiskusi dengan teman sejawat serta berkonsultasi dengan pembimbing sehingga dapat diketahui penyebab rendahnya hasil belajar peserta didik dan kurangnya pemahaman peserta didik
terhadap materi pelajaran disebabkan hal-hal sebagai berikut :
a.       Guru dalam menyampaikan materi lebih dominan menggunakan metode ceramah;
b.      Media pembelajaran kurang;
c.       Guru kurang menguasai pengelolaan kelas;
d.      Guru kurang mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran;
e.       Guru kurang memberi motivasi peserta didik untuk terlibat dalam pembelajaran.


Selanjutnya peneliti mencari alternatif tindakan untuk mengatasi masalah yang ada. Adapun tindakan peneliti laksanakan adalah dengan menerapkan Active Learning Strategy (strategi pembelajaran aktif) model Action Learning (belajar dengan tindakan).

B.     Perumusan Masalah
Dengan melihat uraian masalah diatas, perumusan masalah yang menjadi fokus perbaikan adalah sebagai berikut :
“Bagaimana cara menerapkan Active Learning Strategy model Action Learning dalam upaya meningkatkan hasil pelajaran   Kewarganegaraan dengan materi pokok .  Menghargai keputusan bersama Kelas V Semester 2 SD Negeri 2 Ngrandu, Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2015/2016 ?”.

C.     Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai oleh peneliti adalah :
  1. Mendeskripsikan Active Learning Strategy (strategi pembelajaran aktif) model Action Learning (belajar dengan tindakan).
  2. Mendeskripsikan Active Learning Strategy (strategi pembelajaran aktif) model Action Learning (belajar dengan tindakan),  terhadap peningkatan prestasi pelajaran   Kewarganegaraan pada   materi  .  Menghargai keputusan bersama di kelas V semester 2 SD Negeri 2 Ngrandu, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2015/2016.



D.    Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari peneliti adalah :
  1. Bagi Peserta didik
a.       Meningkatkan prestasi belajar;
b.      Memotivasi peserta didik untuk lebih giat belajar;
c.       Membangkitkan kreativitas, keberanian dan tanggung jawab peserta didik.
  1. Bagi Guru
a.       Memotivasi guru untuk berani berinovasi dalam meningkatkan pembelajaran;
b.      Membantu guru dalam memperbaiki pembelajaran.
  1. Bagi Sekolah
a.       Meningkatkan prestasi sekolah;

b.      Mempermudah tercapainya tujuan sekolah.
CONTOH PTK PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn)


Demikian yang bisa kami bagikan , bila ada kesalahan dalam penulisan kami mohon maaf.





Download Aplikasi Admnistrasi Guru :

    Subscribe to receive free email updates: