MODUL PROGRAM INDUKSI GURU PEMULA (PIGP) BAGI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH

MODUL PROGRAM INDUKSI  GURU PEMULA (PIGP)  BAGI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH

MODUL PROGRAM INDUKSI  GURU PEMULA (PIGP)  BAGI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH

Kementrian Pendidikan Nasional, melalui Proyek Bermutu Direktorat Tenaga Pendidik dan Kependidikan sedang mengembangkan Program Induksi dan Penilaian Kinerja bagi Guru Pemula, dan untuk memberikan pemahaman secara umum tentang proses yang terjadi pada saat sekolah menerima guru pemula. Oleh karena itu, Direktorat Tenaga Kependidikan telah berupaya menyusun modul.  

Modul ini disusun dengan tujuan agar kepala sekolah/madrasah dapat belajar secara mandiri tanpa tergantung atau menunggu mendapat tugas sebagai peserta diklat atau tergantung fasilitator, peneyelenggara, waktu, dan tempat. Dengan tersusunnya modul ini diharapkan kepala sekolah/madrasah dapat belajar secara mandiri di manapun dan kapanpun.   
Kami mengucapkan terimakasih kepada tim penyusun modul atas dedikasi dan kerja kerasnya sehingga modul dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Modul ini tentu saja belum sempurna. Oleh sebab itu, saran-saran konstruktif dari pembaca sangat dinantikan dengan senang hati.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi upaya-upaya kita dalam meningkatkan mutu tenaga kependidikan

DAFTAR ISI


PENGANTAR I
DAFTAR ISI II
BAB I  PENDAHULUAN 5
A. LATAR BELAKANG 5
B. PENGEMBANGAN MODUL PIGP UNTUK KEPALA SEKOLAH/MADRASAH 6
C. DESKRIPSI MODUL 7
D. LANGKAH-LANGKAH MEMPELAJARI MODUL 7
E. TUJUAN PENYUSUNAN MODUL PIGP 9
F. KEGUNAAN MODUL PIGP 9
G. STANDAR KOMPETENSI 9
BAB II KONSEP PROGRAM INDUKSI GURU PEMULA 11
A. TUJUAN PIGP 11
B. MANFAAT PIGP TERKAIT DENGAN STATUS KEPEGAWAIAN 11
C. PRINSIP PENYELENGGARAAN PIGP 11
D. PESERTA PIGP 12
E. HAK DAN KEWAJIBAN GURU PEMULA 12
F. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN SERTA PIHAK YANG TERKAIT DENGAN PIGP ……………………………………………………………………………………………………….13
G. TATA CARA PELAKSANAAN PIGP 16

BAB III KEGIATAN BELAJAR 28

KEGIATAN BELAJAR 1: PENDAHULUAN PIGP 28
A. PENDAHULUAN 28
B. URAIAN 29
C. LATIHAN 32
D. RINGKASAN 32
E. REFLEKSI 32
F. TINDAK LANJUT 33
KEGIATAN BELAJAR 2: KONSEP DAN LATIHAN PERSIAPAN PIGP 34
A. PENGANTAR 34
B. URAIAN 34
C. LATIHAN 35
D. RINGKASAN 36
E. REFLEKSI 36
F. TINDAK LANJUT 36
KEGIATAN BELAJAR 3: KONSEP DAN LATIHAN PELAKSANAAN PIGP 37
A. PENGANTAR 37
B. URAIAN 37
C. CONTOH 42
D. LATIHAN 42
E. RINGKASAN 43
F. REFLEKSI. 43
G. TINDAK LANJUT 43
KEGIATAN BELAJAR 4: KONSEP DAN LATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN PIGP 44
A. PENGANTAR 44
B. URAIAN 44
C. CONTOH 49
D. LATIHAN 49
E. RINGKASAN 50
F. REFLEKSI 50
G. TINDAK LANJUT 50
DAFTAR PUSTAKA 51
BACAAN YANG DISARANKAN 51
LAMPIRAN 1 52


BAB I PENDAHULUAN



A. Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen  menegaskan bahwa guru adalah Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Untuk mendukung hal tersebut saat ini telah diberlakukan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPANRB) No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru, yang di antaranya mengatur tentang program induksi bagi guru pemula. Sebagai penjabaran teknis dari program induksi maka juga telah diterbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27  Tahun 2010 tentang Program Induksi bagi Guru Pemula.
Sejalan dengan peraturan di atas Kementerian Pendidikan Nasional, melalui Proyek Bermutu Direktorat Tenaga Kependidikan menyusun dokumen-dokumen pendukung agar program induksi dapat berjalan sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Dokumen yang disusun untuk mendukung pelaksanaan program induksi diantaranya adalah Panduan Kerja dan Modul Program Induksi Guru Pemula (PIGP) bagi Pengawas Sekolah/Madrasah, Kepala Sekolah/ Madrasah, dan Pembimbing.
Modul PIGP sangat penting artinya bagi keberhasilan pelaksanaan PIGP di sekolah karena pada modul tersebut tercantum penjelasan yang rinci dan menyeluruh tentang konsep dan pelaksanaan program induksi di sekolah. Modul ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang utuh dan terperinci bagi para pengawas sekolah/madrasah dalam melaksanakan program induksi di sekolah melalui pembimbingan yang intensif dan terarah. Pengembangan modul PIGP untuk pengawas sekolah/madrasah ini didasarkan pada Panduan Kerja.


B. Tujuan Modul
Modul PIGP disusun dengan tujuan untuk:
1. memberikan gambaran lengkap tentang konsep dan pelaksanaan program induksi.
2. memberikan pedoman bagi pengawas dalam melaksanakan program induksi pada sekolah binaannya.

C. Kegunaan Modul
Modul Program Induksi Guru Pemula (PIGP) berguna:
1. sebagai bahan belajar individual bagi pengawas sekolah/madrasah agar lebih memahami pelaksanaan program induksi.
2. sebagai bahan belajar kelompok di Kelompok Kerja Pengawas Sekolah/Madrasah (KKPS/M) dan Musayawarah Kerja Pengawas Sekolah/Madrasah (MKPS/M).


D. Hasil Yang Diharapkan
Setelah mempelajari, mendiskusikan,  mendalami, dan mempraktikkan Modul ini bersama teman sejawat di KKKS/M dan MKKS/M, kepala sekolah diharapkan mampu:
1. memahami pendekatan PIGP  bagi pembelajaran keprofesionalan,
2. memahami proses  PIGP dan hasil-hasil yang diharapkan,
3. melaksanakan PIGP terhadap guru dengan pendekatan dan teknik yang tepat,
4. merefleksikan  kegiatan induksi yang sedang berlangsung  serta budaya prosesional di sekolah,
5. merefleksikan pandangan dan nilai-nilai keprofesionalan;
6. mengembangkan pemahaman  tentang tanggung jawabnya dalam implementasi PIGP,
7. menindaklanjuti hasil PIGP terhadap guru pemula dalam rangka peningkatan profesionalisme guru pemula,
8. melaksanakan PIGP di sekolah/madrasah tempat ia bertugas,
9. melakukan tugas-tugas kepala sekolah terkait PIGP

E. Sistematika Modul
Modul ini terdiri atas 3 bab yaitu:
1. Bab I Pendahuluan, berisi tentang latar belakang,
2. Konsep PIGP, yang meliputi:
a. Persiapan PIGP
b. Pelaksanaan PIGP
c. Penilaian PIGP
d. Pelaporan PIGP
3. Strategi kepala sekolah dalam PIGP


F. Prosedur Penggunaan MODUL
  Modul ini dirancang untuk dipelajari oleh kepala sekolah/madrasah dalam forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah/Madrasah (KKKS/M) Musyawarah Kerja Kepala Sekolah/Madrasah (MKKS/M). Oleh karena itu, langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mempelajari materi ini mencakup aktivitas individual dan kelompok. Secara umum aktivitas individual meliputi: (1) membaca bahan belajar, (2) melakukan latihan/tugas sekolah/madrasah, memecahkan kasus pada setiap kegiatan belajar, (3) membuat rangkuman/kesimpulan, dan (4) melakukan refleksi, dan melakukan tindak lanjut. Sedangkan aktivitas kelompok meliputi: (1) mendiskusikan bahan belajar, (2) bertukar pengalaman dalam melakukan latihan/memecahkan kasus, (3) melakukan seminar/diskusi hasil latihan/tugas yang dilakukan, dan (4) bersama-sama melakukan refleksi, membuat action plan,  dan tindak lanjut.  Langkah-langkah tersebut dapat digambarkan seperti berikut ini.
MODUL PROGRAM INDUKSI  GURU PEMULA (PIGP)  BAGI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH
MODUL PROGRAM INDUKSI  GURU PEMULA (PIGP)  BAGI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH

Gambar 1.1  Alur Kegiatan Belajar Individu dan Kelompok

Dari gambar di atas tampak bahwa aktivitas kelompok selalu didahului oleh aktivitas individu. Dengan demikian, maka aktivitas individu adalah hal yang utama. Sedangkan aktivitas kelompok lebih merupakan forum untuk berbagi, memberikan pengayaan, dan penguatan terhadap kegiatan yang telah dilakukan individu masing-masing.

Dengan mengikuti langkah-langkah Modul di atas, diharapkan kepala sekolah/madrasah  yang tergabung dalam KKKS/M dan MKKS/M dapat secara individu dan bersama-sama meningkatkan kompetensinya, yang pada gilirannya diharapkan berdampak pada peningkatan kompetensi yang dibinanya.

Untuk Lebih Jelasnya silahkan download file nya di bawah ini ;

MODUL PROGRAM INDUKSI  GURU PEMULA (PIGP)  BAGI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH [ Download ]



Download Aplikasi Admnistrasi Guru :

    Subscribe to receive free email updates: