Prioritas Cinta yang terpendam

Prioritas Cinta yang terpendam

Bahagian dari cinta yang terpendam 

Sahabat,
Budaya mencintai begitu merajalela di negeri kita. Dengan dukungan media massa, baik cetak maupun elektronik, cinta disosialisasikan dalam berbagai bentuk, seperti sinetron-sinetron; Ada Apa Dengan Cinta, Ajari Aku Cinta, Aku Telah jatuh Cinta dan sebagainya. Sayang, sebagian besar bergantung pada objek cinta yang semu, bersifat temporal. Cinta harta, kekuasaan, jabatan, kewibawa, ketenaran, menjadi tren cinta masa kini. Generasi muda menjadi sasaran yang paling utama. Eksplorasi rasa cinta mereka diumbar dengan memuja kaum selebriti sebagai objek cinta. Mereka bahkan dikultuskan menjadi panutan hidup. Tatkala yang dicintainya disebutkan, serasa belum sempurna ekspresi cinta mereka bila belum diungkapkan lewat jeritan histeris, deraian air mata, jatuh pingsan, bahkan mengorbankan kehormatan. Walhasil, cinta yang seharusnya membentuk kepedulian sosial yang tinggi, malah melahirkan pada jiwa-jiwa pengusungnya sikap hedonis dan egoistis.

Sahabat,
Allah swt telah memandu kita dalam memprioritaskan fitrah rasa cinta ini.
Dalam surat At Taubah ayat 24, Allah swt berfirman yang artinya,
“Katakanlah, “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, pasangan-pasangan hidup, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada mencintai Allah dan Rasul-Nya dan dari (dari) berjihad dijalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasiq”.

Dari ayat di atas, sekilas dapat kita pahami bahwa prioritas utama kecintaan seorang muslim adalah kepada Allah swt, diikuti dengan cinta pada RasulNya dan berjihad di jalanNya, baru kecintaan kepada yang selainnya. Tidak dilarang mencintai sesuatu, tetapi cintailah karena Allah berpandukan kepada sunnah RasulNya.

Disaat kita mencintai istri atau suami kita, cintailah karena Allah, berpandukan sunnah RasulNya. Disaat kita mencintai anak-anak kita, cintailah karena Allah, berpandukan pada sunnah RasulNya. Disaat kita mencintai pekerjaan yang kita geluti, rumah yang kita tempati, kendaraan yang kita punyai maupun harta yang kita miliki, maka cintailah karena Allah, berpandukan sunnah RasulNya. Tidaklah sempurna kecintaan kepada Allah kalau tidak mengikuti RasulNya. Dalam surat Ali Imran ayat 31-32 Allah swt berfirman, yang artinya,

“Katakanlah, “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah, “Ta’atilah Allah dan RasulNya, jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.

Sahabat,
Ketika dilakukan dialog tentang cinta di satu musim haji, Al Junaid (sebagaimana dikemukakan oleh Ibn Qayyim Al Jauziah dalam kitabnya “Madarijus salikin baina Iyyaka na’budu wa Iyyaka nasta’in) menyatakan bahwa, “Cinta ialah jika seorang hamba lepas dari dirinya, senantiasa menyebut nama Rabbnya, memenuhi hak-hakNya, memandang kepadaNya dengan sepenuh hati, seakan hatinya terbakar karena cahaya ketakutan kepadaNya, yang minumannya berasal dari gelas kasih sayangNya, dan Allah yang Maha Perkasa menampakkan Diri dari balik tabir kegaibanNya. Jika berbicara atas pertolongan Allah, jika berucap berasal dari Allah, jika bergerak atas perintah Allah, dia beserta Allah, dia dari Allah, bersama Allah dan milik Allah.

Di dalam Ash Shahih disebutkan dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tiga perkara, siapa yang apabila tiga perkara ini ada padanya, maka dia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu; Hendaklah Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada (cintanya kepada) selain keduanya, dia mencintai seseorang dan tidak mencintainya melainkan karena Allah, dan dia benci kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya dari kekufuran itu, sebagaimana dia benci dilemparkan ke neraka.

Sahabat, .....
Jika kita evaluasi diri, sudah benarkan prioritas cinta kita selama ini ............? Wallahu a’lam. Semoga Allah membimbing kita kearah yang dicintaiNya, amin



Download Aplikasi Admnistrasi Guru :

    Subscribe to receive free email updates: